tekno gadget

Semakin Melesatnya Industri Game di era Pandemi Covid-19

penulis: Admin | 17 August 2020 06:45 WIB
editor: admin


Penulis : Andika Ardianto Saputra;
Mahasiswa Magister Manajemen Reguler (S2)
Universitas Jendral Soedirman.

KejarFakta.co - COVID-19 menjadi masalah hampir setidaknya di seluruh sektor bisnis di Indonesia maupun dunia. Pandemi juga menjadi masa-masa yang sulit bagi sebagian orang karena berdampak pada bangkrutnya beberapa perusahaan dan karyawan-karyawan yang dirumahkan. Meski COVID-19 berdampak hampir disemua sektor bisnis namun ada industri yang mampu bertahan bahkan malah mendapatkan keuntungan dari COVID-19 yakni Industri Game. Di era COVID-19, penjualan game telah meningkat. Hal ini terjadi karena industri game menawarkan hal menarik seperti diskon sampai dengan game gratis pada masa pandemi. Industri game juga mendukung komunitas dengan membantu tenaga medis dan karyawan yang terkena dampak negatifnya sehingga dapat mengurangi efek COVID-19.
Kebijakan PSBB (Pembatasan social berskala besar) dan karantina di setiap daerah telah sukses membuat kebanyakan orang untuk belajar dan bekerja dari rumah guna mengurangi penyebaran virus COVID-19.

Namun 3 bulan praktik yang mengurangi aktivitas konsumen dan bisnis membuat kebanyakan orang merasa jenuh. Maka disinilah game menawarkan suatu alternative yang menarik bagi orang yang mencari interaksi social. Pada jaman sekarang game bukanlah menjadi hiburan semata, tetapi juga bisa menjadi bisnis yang menguntungkan. Karena game bukan lagi permainan yang ekslusif yang hanya bisa dimainkan menggunakan konsol tetapi juga bisa dimainkan secara online melalui platform manapun seperti komputer dan handphone.

Industri game disebut sebagai “pedang bermata dua” karena dampak COVID-19 mengakibatkan terhambatnya proses produksi game karena putusnya rantai pasokan. Selain itu, pengembang game juga harus mempersiapkan efisiensi kerja karena lebih banyak karyawan yang bekerja dari jarak jauh. Para pengembang dan publisher game pun terpaksa menunda waktu peluncuran game yang diproduksinya. Tapi di sisi lain, pandemi ini juga membuat industri game digital mendapatkan untung karena sifat konsumtif dari konsumen, di mana pembelanjaan game online mengalami peningkatan selama 3 bulan terakhir. Hal ini didasari karena konsumen lebih banyak menghabiskan waktu dengan satu game, sehingga mengubah model bisnis industri game di tengah pandemi. Hasilnya, industri ini berfokus pada peningkatan game-game yang sudah ada dengan menerapkan peluang monetisasi dalam game dan konten tambahan yang dapat diunduh (DLC) yang mencakup karakter maupun cerita baru. Model bisnis ini datang bersamaan dengan adanya peningkatan pada game konsol dan internet yang membuat game berkualitas tinggi dapat diakses di seluruh perangkat dan platform.

Secara global, Covid-19 juga telah mempercepat peningkatan keterlibatan konsumen dengan game seluler. Dalam hal produksi, game seluler relatif kurang terpengaruh oleh Covid-19 karena proses pengembangan untuk aplikasi individu lebih sederhana daripada untuk platform yang lebih kompleks. Banyak pertumbuhan dalam game berasal dari game seluler. Hal ini sebagian disebabkan oleh rendahnya hambatan untuk masuk game seluler, karena tidak perlu berinvestasi dalam peralatan seperti konsol game, dan banyak game yang bisa dimainkan secara gratis. Selain itu, beberapa konsumen di pasar negara berkembang hanya dapat mengakses komputer di warung internet, yang di banyak negara telah ditutup karena lockdown. Oleh karena itu, game seluler adalah salah satu cara di mana sebagian besar populasi saat ini dapat bermain online.

Game juga semakin banyak diproduksi di pasar negara berkembang seiring dengan penurunan biaya dan pengembangan perangkat lunak yang menjadi lebih mudah diakses. Salah satu segmen berpotensi tinggi dalam industri game adalah eSports, yang didedikasikan untuk permainan video game kompetitif. Model bisnis dalam eSports mengikuti olahraga professional, meskipun kompetisi jauh lebih terfragmentasi dengan sebagian besar pendapatan berasal dari iklan dan penyiaran. Meskipun memiliki keterlibatan relatif kecil dibandingkan dengan pasar game secara keseluruhan, esports cukup terlibat dengan pertumbuhan game yang berkelanjutan. Namun karena terkena dampak COVID-19 eSports yang bergantung pada acara langsung telah menjadi salah satu bagian pertama industri game yang terpengaruh. Sebagian besar acara eSports telah dibatalkan atau ditunda, meskipun beberapa berlangsung tanpa penonton. Jika hal ini terus berlanjut, pendapatan esports akan menurun. Meskipun demikian, esports menjadi semakin menonjol karena dampak COVID-19. Kebanyakan liga-liga olahraga di seluruh dunia telah beralih ke sektor ini untuk menemukan cara baru dalam berinteraksi dengan penggemar. Akhirnya, pandemi telah mengarahkan industri game menjadi lebih berkembang serta memberikan alternative lain bagi para perusahaan media bahwa masih ada pasar yang berpotensi yang belum banyak mendapatkan perhatian. (*)



 

Tag :

#Universitas Jendral Soedirman. #Pandemi Covid-19 #Industri Game