news pemerintahan

Anies Baswedan: Insan Pers Berhutang Budi Pada Mendiang Habibie

penulis: Admin | 11 September 2019 20:43 WIB
editor:


Foto Istimewa
Foto Istimewa

Jakarta,kejarfakta.co - Menyusul kabar duka mantan Presiden Indonesia Ke-3 Baharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia pada Rabu ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut insan pers berhutang budi pada almarhun.

"Insan pers, media massa, jurnalistik berhutang budi pada pak Habibie, karena beliau yang membuka dan membuat kita semua merasakan adanya kebebasan jurnalistik seperti yang kita rasakan hari ini," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu.

Bukan saja sebagai bapak demokrasi yang membuka kemandekan soal kehidupan berpolitik di Indonesia, kata Anies, Habibie juga orang yang berjasa membuat dunia pers bebas lewat pengesahan Undang-Undang Pers saat dia menjabat.

"Bukan saja bapak demokrasi, tetapi juga beliau orang yang paling berjasa dalam membuat dunia pers menjadi bebas seperti sekarang ini. Jadi kita berhutang budi pada beliau," kata Anies.

Selepas diwawancarai wartawan secara singkat, Anies undur diri untuk melayat ke tempat BJ Habibie sempat dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.

"Sudah dulu ya terimakasih, saya harus segera ke sana," ucapnya.

BJ Habibie meninggal dunia pukul 18.05 WIB, Rabu 11 September 2019 dalam usia 83 tahun. Kabar tersebut disampaikan Thareq Habibie.

Ketua Tim Dokter Kepresidenan (TDK) Prof dr Azis Rani dalam keterangan resminya menyebut bahwa Habibie masuk RSPAD sejak 1 September 2019.

Ia ditangani tim dokter spesialis dengan berbagai bidang keahlian, seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal.

Sebelumnya, Presiden Ke-3 RI ini sempat dirawat di Jerman setelah mengalami kebocoran klep jantung.

Kabar kesehataannya yang menurun membuat sejumlah tokoh negeri ini mengunjungi BJ Habibie di RSPAD Gatot Soebroto (Ahsan/Ant/Wirda)

Tag :

#Jakarta #RSPAD #Gubernur Jakarta