news pemerintahan

Tega, Janda Tiga Anak yang Kesehariannya Jualan Kue Online Motornya Ditarik Debt Collector

penulis: Admin | 6 April 2020 18:11 WIB
editor: admin


Tega, Janda Tiga Anak yang Kesehariannya Jualan Kue Online Motornya Ditarik Debt Collector
Tega, Janda Tiga Anak yang Kesehariannya Jualan Kue Online Motornya Ditarik Debt Collector

Belitung, KejarFakta.co - Sungguh miris yang dialami oleh janda 3(tiga), anak yang kesehariannya jualan kue online, motornya ditarik oleh debt Collector dengan alasan diamankan dulu. Apakah seperti itu perlakuan agen perusahaan motor kepada konsumennya, jika belum membayar angsuran selama dua bulan saja.

Bahkan sepertinya menghalalkan segala cara, agar konsumen yang macet harus rela ditarik motornya. Seperti yang dialami seorang janda anak tiga ini.

Berita sedih ini dialami oleh Ardining Susanti (Santi) warga jalan pelataran, Desa Air Ketekok, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Padahal motor tersebut sudah berjalan dalam angsuran pembayaran kurang lebih satu tahun, namun dirinya tidak bisa berbuat apa-apa karena motor Yamaha Mio J 125 BN 6244 WR yang kesehariannya digunakan mencari nafkah untuk menghidupi 3(tiga) anaknya ditarik oleh karyawan perusahaan kredit motor yang ada di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Santi menuturkan kejadian bermula ketika ia sedang menyiapkan kue untuk diantar kepada konsumennya, tiba-tiba ia kaget didatangi 2(dua) orang debt collector. Selasa (31/03/2020) sore.

"Kak motor kita bawa dulu, kalau sudah ada angsuran 3(tiga) bulan baru dikembalikan", ujar Santi menirukan kata salah satu debt collector tersebut kepada kejarfakta.co Minggu(05/04/2020).

Menurutnya, angsuran tunggakan yang disangkakan oleh pihak debt colllector itu salah.

"Saya hanya nunggak 2(dua) bulan dan tanggal (5/04/2020) kemarin tepat 2(dua) bulan saya menunggak angsuran bukannya 3(tiga) bulan seperti yang disangkakan oleh mereka", kata Santi.

Ia menjelaskan, selama ini ia membayar nitip kepada debt collector tersebut. Satu bulan sebesar Rp. 825.000 dengan waktu masa pembayaran selama 35 bulan.

"Saya membayarnya kadang-kadang full, kadang-kadang kalau uangnya kurang saya dulu Rp. 500.000 sisa menyusul Rp.325.000", jelasnya.

Mirisnya lagi, didalam 2 bukti kwitansi pembayaran angsuran tersebut terdapat nomor angsuran yang sama yaitu nomor 13.

"Itukan seharusnya yang kwitansi satunya nomor 13 yang satunya lagi nomor 14, kenapa dua-duanya yang ke 13", kata Santi sambil menunjukkan bukti kwitansi kepada tim kejarfakta.co

Anehnya lagi, dimana seorang konsumen yang benar-benar ada niat mau bayar cicilan motornya tiba-tiba uang cicilannya dikembalikan.

"Ini uang angsuran yang ke 13, berarti aku tidak ada hutang kan kao(kamu)", ujar Santi menirukan kata salah satu Debt Collector tersebut.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi baik karyawan tersebut maupun pihak agen perusahaan leasing yang telah melakukan penarikan kendaraan sepeda motor milik saudara Santi. (Henderi/Mar).

Tag :

#Belitung #Bangka Belitung