lifestyle kesehatan

Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) di Negara Indonesia dan Australia

penulis: Admin | 2 December 2019 21:33 WIB
editor: admin


Foto : Ilustrasi/Net
Foto : Ilustrasi/Net

Penulis :
Iwan Stia Budi1, Indriani2, Atika Mufida2, M. Ihsan2, Wahdania Islika2, Putri Rizqi Amelia2, Moh Ryan Anugerah2, Muhammad Wahid Mudzakir2, M. Raja Salsabila Mursyid2,
Riska Purwanti2, Vicca Aini2
1. Dosen Bagian Administrasi Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat UNSRI
2. Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UNSRI

Pendahuluan

Australia merupakan salah satu negara maju yang memiliki perekenomian yang sangat bagus dan mempunyai berbagai sumber daya yang berkualitas. Australia memiliki sistem kesehatan yang canggih dan kompleks. Sistem kesehatan yang canggih tersebut didukung dengan kerjasama antara pelayanan kesehatan pemerintah maupun swastas. Akses pelayanan kesehatan yang dikelola oleh pemerintah Australia yakni bebas biaya. Meskipun terdapat akses pelayanan yang bebas biaya yang dapat ditanggung oleh pemerintah, beberapa masyarakat Australia juga menggunakan asuransi kesehatan dari pihak swasta1.

Keberhasilan sistem kesehatan tergantung pada berbagai komponen pelayanan kesehatan diantaranya tenaga kesehatan yaitu dokter, perawat, bidan dan tenaga kesehatan lain yang saling menunjang. WHO (2006) melaporkan termasuk dari 57 negara, Indonesia menghadapi krisis sumber daya manusia kesehatan baik dari segi kualitas, kuantitas maupun pendistribusiannya2.

Distribusi tenaga kesehatan menjadi isu sistem kesehatan di berbagai Negara di dunia. Badan PPSDMK (2015) menjelaskan bahwa salah satu masalah sumber daya manusia kesehatan di Indonesia belum teralisasikan disebabkan karena perencanaan kebutuhan SDM kesehatan belum sepenuhnya dilakukan secara berjenjang. Indonesia memiliki karakteristik geografis yang menyebabkan maldistribusi. Secara geografis, Indonesia memiliki berbagai daerah yang sulit dijangkau sehingga hal tersebut hal tersebut mempengaruhi minat tenaga kesehatan di Indonesia. Pemerintah tela mengeluarkan kebijakan untuk mengatasi permasalahan maldistribusi di Indonesia yaitu dalam program Kementerian Kesehatan tahun 2010 baik tenaga medis maupun tenaga non medis dan tenaga kesehatan lainnya menjadi agenda utama dalam pembangunan kesehatan. Program kebijakan tersebut adalah pendekatan geografis dan pendekatan motivasional. Daerah yang menjadi prioritas adalah daerah yang terpencil, kepulauan, dan perbatasan kebijakan teresebut masih dalam proses berjalan karena belum terbukti yang menjadi target penempatan belum sepenuhnya terpenuhi1.

Sistem kesehatan di Australia telah mencapai Universal Health Coverage. Untuk mencapai sistem kesehatan tersebut, banyak yang dilakukan oleh pemerintah Australia yang dikembangkan secara terus-menerus selama puluhan tahun yang lalu. Australia memiliki sistem perawatan kesehatan yang didanai oleh pemerintah, dengan layanan medis yang disubsidi melalui skema asuransi kesehatan nasional universal. Sebagai perbandingan anggaran kesehatan Australia USD3.484 per kapita, sedangkan Indonesia masih sekitar USD100 per kapita1.

Berbeda dengan Indonesia, sistem pembiayaan kesehatan di Australia berasal dari pajak, sehingga pelayanan untuk masyarakat sama tidak ada perbedaan kelas premi. Kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian pemerintah Australia. Angka penyakit menular dapat ditekan, sanitasi dan kualitas air juga menjadi fokus pemerintah. Pemerintah juga mengembangkan penelitian-penelitian kesehatan berbasis epidemiologi. Berbagai hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan status kesehatan masyarakatnya. Status kesehatan masyarakat di Australia sudah sangat baik, misalnya untuk cakupan imunisasi lengkap di Indonesia menurut Riskesdas (2013) baru sekitar 59,2% sedangkan di Australia cakupan imunisasi lengkap sudah mencapai 90%1.

Saat ini Indonesia telah memperkuat sistem kesehatan nasional menuju Indonesia sehat. Untuk memperkuat sistem kesehatan nasional, Indonesia telah melakukan upaya yaitu salah satunya memperkuat sistem sumber daya manusia kesehatan diantaranya yaitu melakukan kerja sama dengan beberapa negara. Kemenkes (2017) menegaskan bahwa Singapura mendukung upaya peningkatan sistem pelayanan kesehatan dasar dan upaya pelayanan kesehatan rujukan di Indonesia serta pemerintah Indonesia dan Singapura telah sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam pelayanan kesehatan diantaranya termasuk pertukaran tenaga ahli kesehatan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan2.

Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana sistem manajemen sumber daya manusia kesehatan di negara Australia dan apa perbedaannya dengan negara Indoenesia.

Rumusan Masalah dan Tujuan

Rumusan Masalah

Menurut Visi Presiden Republik Indonesia 2019-2024 Pembangunan Sumber Daya Manusia akan menjadi prioritas selama lima tahun kedepan mengingat Pembangunan Sumber Daya Manusia menjadi kunci Indonesia kedepan, sebagai perbandingan Negara Australia yang dipilih.

Tujuan

Tujuan Umum :

Untuk mengetahui hambatan dan tantangan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) di Indonesia dan di Australia.

Tujuan Khusus :

1. Mengetahui keadaan Sumber Daya Manusia Keseharan (SDMK) di Indonesia
2 .Mengetahui keadaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) di Australia
3. Mengetahui permasalahan atau kendala dalam menghadapi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) di Negara Indonesia
4. Mengetahui permasalahan atau kendala dalam menghadapi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang dihadapi di Negara Australia
5. Mengetahui perbandingan startegi dalam menghadapi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang dilakukan di Negara Indonesia
6. Mengetahui perbandingan startegi dalam menghadapi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang dilakukan di Negara Australia

Metode

Metode yang digunakan yaitu menggunakan literatur review. Literatur review adalah cara untuk mengidentifikasi, mengevaluasi dan menafsirkan semua penelitian yang tersedia yang relevan dengan pertanyaan penelitian tertentu, atau bidang topik, atau fenomena yang menarik dan merupakan cerita ilmiah terhadap suatu permasalahan tertentu. Literatur review berisikan tentang uraian teori, temuan dan pemikiran penulis tentang beberapa sumber pustaka mengenai topik yang dibahas.

Analisis Situasi

Menurut data Profil Kesehatan Indonesia pada tahun 2017, jumlah tenaga kesehatan dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia berjumlah 836.466 orang dari 15 jenis Tenaga Kesehatan yang berbeda, dan jumlah tenaga penunjang kesehatan sebanyak 307.028 orang. Jadi jumlah total keseluruhan SDM Kesehatan pada tahun 2017 sebanyak 1.143.494 orang, Untuk SDM Kesehatan terbanyak dari tenaga perawat sebanyak 345.276 orang, sedangkan paling sedikit adalah tenaga kesehatan tradisonal sebanyak 986 orang3.

Sedangkan data dari Profil Kesehatan Indonesia untuk tahun 2018, jumlah tenaga kesehatan dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia berjumlah 886.488 orang (meningkat sebanyak 5,98% dari tahun 2017) dari 15 jenis tenaga kesehatan yang berbeda, dan jumlah tenaga penunjang kesehatan sebanyak 296.320 orang (menurun sebanyak 3,48% dari tahun 2017). Jadi jumlah total keseluruhan SDM Kesehatan pada tahun 2018 sebanyak 1.182.808 orang (meningkat sebanyak 3,43% dari tahun 2017). Untuk SDM Kesehatan terbanyak dari tenaga perawat sebanyak 354.218 orang, sedangkan paling sedikit adalah tenaga psikologis klinis sebanyak 782 orang4.

Permasalahan/Kendala yang dihadapi

Kendala yang dihadapi dalam SDM Kesehatan adalah adanya maldistribusi yang terjadi di negara berkembang seperti Indonesia, juga negara maju5. Penempatan tenaga yang tidak merata, ketidaksesuaian antara jenis dan jumlah tenaga kesehatan yang dibutuhkan berdampak kepada rendahnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas6.

Perbandingan dengan Negara Australia

Indonesia dan australia mempunyai sistem pembiayaan kesehatan yang sama. Dalam sumber daya manusia kesehatannya, Indonesia mempunyai jumlah rumah sakit sebanyak 2,269 dengan RS Umum terdiri dari 8 jenis RS berdasarkan penyelenggaranya dantaranya 4 jenis oleh pemerintah pusat (Kemenkes, Kepolisian, Polri, K/L dan BUMN), 3 jenis oleh pemerintah daerah (Provinsi, Kabupaten, dan Kota) dan RS Umum milik swasta (Tabel 2.2). Terdapat 17 jenis rumah sakit khusus di Indonesia dengan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) sebagai jenis rumah sakit khusus terbanyak setiap tahunnya. Rumah Sakit Khusus terbanyak pada tahun 2018 yaitu Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) sebesar 67,46%, Rumah Sakit Jiwa sebesar 7,78%, dan Rumah Sakit Bedah sebesar 6,43%8.

Di Australia, pada tahun 2015-2016 terdapat sekitar 701 rumah sakit umum dengan 61,000 tempat tidur (dengan rata rata 2.56 tempat tidur per 1000 populasi-hampir sama dengan 2.62 tempat tidur per 1000 populasi pada tahun 2011-2012). Rumah sakit umum berada di daerah yang tersebar dengan ukuran dan jenis pelayanan. Ditahun yang sama (2015-2016) terdapat 630 rumah sakit swasta (termasuk fasilitas rumah sakit pelayanan waktu siang), dengan 33,100 jumlah tempat tidur. Jumlah ini meningkat dari tahun 2011-2012 dengan 1.30 tempat tidur per 1000 populasi menjadi 1.39 tempat tidur per 1000 populasi. jumlah tersebut sudah termasuk kategori rumah sakit pemerintah dan rumah swasta9.

Di Australia, menurut petugas Data Nasional Petugas Kesehatan menunjukan jumlah perawat dan bidan merupakan petugas kesehatan yang terbanyak yang terdata dari keseluruhan total hampir 370,000 petugas terdata dan lebih dari 315,000 petugas yang sudah bekerja lapangan di 2016
Menurut kesetaraan FTE (Full Time Equivalent), terdata 1,145 perawat dan bidan, dan 400 praktisi medis setiap 100,000 orand di 2016. Jumlah di pekerjaan laun lebih rendah, dengan 92 pskilog, 92 psikoterapis, dan 58 dokter gigi utnuk setiap 100,000 orang9.
Di Indonesia, Data yang dikelola oleh Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) setiap tahunnya menggunakan pendekatan tugas dan fungsi SDMK. Jumlah SDMK di Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 1.182.808 orang yang terdiri dari 886.488 orang tenaga kesehatan (74,95%) dan 296.320 orang tenaga penunjang kesehatan (25,05%).

Proporsi tenaga kesehatan terbanyak yaitu tenaga keperawatan sebanyak 39,96% dari total tenaga kesehatan, sedangkan proporsi tenaga kesehatan yang paling sedikit yaitu tenaga kesehatan tradisional 0,11% dari total tenaga kesehatan. Sebagian besar SDM kesehatan terdistribusi di Pulau Jawa, secara khusus di Provinsi Jawa Timur sebanyak 171.763 tenaga (14,52%), Jawa tengah sebanyak 149.740 tenaga (12,66%) dan DKI Jakarta sebanyak 125.690 tenaga (10,63%). Provinsi dengan jumlah SDM kesehatan paling sedikit yaitu Kalimantan Utara sebanyak 5.424 tenaga (0,46%), Sulawesi Barat sebanyak 5.586 tenaga (0,47%) dan Papua Barat sebanyak 6.491 tenaga (0,55%). Jumlah tenaga medis di Indonesia Tahun 2018, Dokter gigi berjumlah 13,781 orang, dokter gigi spesialis 2,631 orang, dokter spesialis 37,544 orang, dan dokter dengan angka lebih banyak yaitu 56,084 orang8.

Kesimpulan

Tenaga kesehatan menjadi isu sistem kesehatan di berbagai Negara di dunia. Sumber Daya Manusia Kesehatan menjadi hal pokok masalah di Indonesia yang belum terealisasikan diakibatkan perencanaan kebutuhan sumber daya manusia yang belum merata didistribusikan di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan agar masalah pendistribusian tenaga yang belum merata dapat diatasi dengan program kebijakan tersebut adalah pendekatan geografis dan pendekatan multivasional. Target penempatan daerah yang menjadi prioritas adalah daerah terpencil, kepulauan, dan perbatasan. Kebijakan ini dalam proses berjalan karena belum terbukti bahwa target penempatan tersebut belum sepenuhnya terpenuhi. Pemerintah Indonesia telah memperkuat Sistem Kesehatan Nasional untuk menuju Indonesia Sehat. Berbeda dengan Indonesia, sistem pembiayaan kesehatan di Australia berasal dari pajak, sehingga pelayanan untuk masyarakat sama tidak ada perbedaan kelas premi. Kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian pemerintah Australia. Angka penyakit menular dapat ditekan, sanitasi dan kualitas air juga menjadi fokus pemerintah. Pemerintah juga mengembangkan penelitian-penelitian kesehatan berbasis epidemiologi. Berbagai hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan status kesehatan masyarakatnya.

Saran

Negara Indonesia perlu mempelajari dan mengadopsi sistem kesehatan di negara-negara maju atau negara berkembang lainnya yang telah memiliki sistem yang baik khususnya pada upaya perbaikan SDM kesehatan seperti dalam hal perencanaan SDM kesehatan, pendidikan SDM kesehatan, serta pendayagunaan SDM kesehatan sehingga program kesehatan di Indonesia dapat berjalan sebagaimana mestinya untuk meningkatkan upaya kesehatan dan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

DAFTAR PUSTAKA
1 Putri, 2019. “perbandingan sistem kesehatan di negara berkembang dan negara maju. Jurnal ilmiah. Universitas Batanghari Jambi. Vol 19 N0. 1. Hal 139-146.

2 Pangeran Hartono. Perbandingan Indonesia Singapura.14 April 2017. Tersedia di url: https://id.scribd.com/document/345115981/Perbandingan-Indonesia-Singapura. Diakses pada tanggal 17 Desember 2019.
Police brief. “Mengatasi maldistribusi tenaga dokter di Indonesia”. pusat manajemen pelayanan kesehatan fakultas kedokteran. Universitas Gadja Mada. No. 2
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2017. Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2017. Tersedia Dari: https://www.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Profil-Kesehatan-Indonesia-tahun-2017.pdf. [05 November 2019]

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2018. Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2018. Tersedia Dari: https://www.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Profil-Kesehatan-Indonesia-tahun-2018.pdf. [05 November 2019]
Herman., Hasanbasri, M. 2008. Evaluasi Kebijakan Penepatan Tenaga Kesehatan di Puskesmas Sangat Terpencil di Kabupaten Buton. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan. No.11(3), 103-111.
Romadhona, Yuni Sari., Siregar, Kemal N. 2018. Analisis Sebaran Tenaga Kesehatan Puskesmas di Indonesia Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Puskesmas. Jurnal Kesehatan Manarang. Vol. 4 No. 2 Hlm. 114-121
8 Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2019. Profil Kesehatan Indonesia 2018. Tersedia dari : https://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/profil-kesehatan-indonesia-2018.pdf (14 November 2019)
9 Australian Institute Health and Warfare. 2019. Australian's Health 2018. Tersedia dari : https://www.aihw.gov.au/getmedia/7c42913d-295f-4bc9-9c24-4e44eff4a04a/aihw-aus-221.pdf (15 November 2019)

 

Tag :

#Sumber Daya Manusia Kesehatan