lifestyle kesehatan

Pentingnya Penerapan Safety Riding Saat Berkendaraan

penulis: Admin | 11 November 2019 12:22 WIB
editor: admin


Penulis :
M. Dody Eko Prayogo,
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Sriwijaya

KejarFakta.co - Angka kecelakaan kendaraan di Indonesia masih sangat tinggi. Pada tahun 2018, angka kecelakaan menyentuh angka 2.310 kasus. Angka tersebut menurun dibandingkan angka kecelakaan kendaraan pada tahun 2017 yaitu sebesar 3.646 kasus. Walaupun menurun, angka tersebut masih terbilang tinggi.

Salah satu cara untuk mengurangi risiko terjadi kecelakaan kendaraan yaitu dengan menerapkan safety riding. Safety riding adalah keamanan dan keselamatan berkendara. Jadi, Safety Riding merupakan perilaku berkendara yang secara ideal harus memiliki tingkat keamanan yang cukup bagi diri sendiri maupun orang lain. Saat ini, masih banyak pengendara yang tidak memahami cara berkendara yang aman dan baik atau safety riding. Banyaknya kecelakaan kendaraan motor akhirnya membuat banyak orang – orang maupun organisasi mengkampanyekan tentang berkendara yang baik dan aman.

Materi-materi safety riding berguna bagi para pengendara sepeda motor. Di dalam safety riding terdapat empat poin penting yang harus dipenuhi sehingga dapat memberikan keamanan ketika berkendara, Yaitu :

1.Perlengkapan Berkendaraan

Melengkapi diri dengan perlengkapan berkendara yang wajib dikenakan oleh pengendara motor ketika berkendara, seperti helm SNI, sarung tangan, jaket pelindung, celana panjang, sepatu dan termasuk salah satunya SIM. Karena seorang pengendara motor yang memiliki SIM seharusnya bisa berkendara secara disiplin.

Kondisi dan kelengkapan motor yang baik dan lengkap seperti kondisi mesin, kelistrikan, gear set, ban, rem, lampu, kaca spion, dll. Jadi, cek kondisi dan kelengkapan motor sebelum mulai berkendara. Agar performa motor tetap terjaga, lakukan service ringan dan besar secara berkala.

2.Cara Berkendaraan

Posisi berkendara harus ideal dan bekali juga diri dengan pengetahuan tentang rambu lalu-lintas dan tata cara berkendara di jalan raya. Contohnya selalu menyalip kendaraan lain dari sebelah kanan (kecuali situasi tidak memungkinkan ), tidak melakukan kegiatan lain selagi berkendara (menelpon, sms, mendengarkan musik), tertib pada peraturan dan tidak ugal-ugalan. Di banyak kasus, kecelakaan motor lebih sering diakibatkan oleh faktor manusia itu sendiri selain faktor kendaraan atau fasilitas jalan yang rusak.

3.Menguasai Teknik Berkendaraan

Seorang pengendara harus menguasai berbagai macam teknik berkendara. Beberapa teknik berkendara yang wajib kita kuasai adalah :

Teknik pengereman 

Baik menggunakan rem depan, rem belakang, dan kombinasi antara keduanya.

Teknik berkendaraan

Di lintasan lurus dan sempit, berguna untuk melatih keseimbangan tanpa menurunkan kaki.

Slalom

Bermanufer ke kiri dan ke kanan, bisa bermanfaat ketika berkendara di jalan yang padat atau macet.

Bumpy road

Teknik berkendara ketika melaju di atas jalan yang tidak rata atau bergelombang tanpa tergelincir.

Tag :

#Universitas Sriwijaya #Palembang #Sumsel