lifestyle kesehatan

Badan Anak yang Pendek Tanda Sebuah Penyakit

penulis: Admin | 11 November 2019 12:17 WIB
editor:


Penulis :
Densi Mei Blia
Mahasiswa jurusan Ilmu KesehatanMasyarakat
Universitas Sriwijaya

KejarFakta.co - Dikehidupan sekarang banyak ditemukan anak dengan ukuran badan yang kecil atau meiliki ukuran badan yang lebih rendah dan kurang dari standar kuran dengan anak seusianya sehingga menjadi perhatian kementrian kesehatan RI saat ini untuk menindaklanjuti masalah ini. Hal tersebut berasal dari beberapa faktor kesehatan yang dialami oleh balita, dalam dunia kesehatan anak yang memiliki badan pendek merupakan sebuah hal yang bisa mengacu pada penyakit stunting.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak, yakni anak memiliki tinggi badan lebih pedek dari teman seusianya atau standar usianya. Kejadian stunting terus mengalami peningkatan dalam kurun waktu 2007 sampai tahun 2014 sehingga menjadi masalah prioritas pemerintah.

Hal buruk yang dapat terjadi oleh anak yang berindikator stunting bisa berdampak jangka pendek dan jangka panjang. Pada jangga pendek berdamfak pada terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan metabolisme dalam tubuh higga gangguan pertumbuhan fisik. Sedangkan akibat buruk yang didapat pada jangka panjang yaitu menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar, anak cenderung akan mudah sakit karena sitem kekebalan tubuh menurun, dapat beresiko tinggi untuk muculnya penyakit meluar dan tidak menular, hingga berpengaruh pada rendahnya produktivitas ekonomi dan menigkatkan kemiskinan.

Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) adalah salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting pada balita yang punya damfak besar terhadap pertumbuhan, perkembangan, serta tingggi badan anak yang akan berkelanjutan. Selain BBLR faktor-fator lainyang dapat menyebabkan stunting juga didukung oleh peran orangtua terurtama ibu seperti kebiasaan merokok, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, wilayah tempat tinggal memiiliki hubungan dengan kejadian stunting.

Dengan mengetahui faktor-faktor resiko yang berhubungan denngan stunting merupakan salah satu bentuk dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting. Rekomendasi untuk mendukung upaya pemerintah terhadap pengurangan angka stunting di Indonesia yaitu dimulai dari peran keluarga terutama ibu dengan memenuhi dan selalu menjaga kebutuhan nutrisi selama kehamilan hingga anak berusia 2 tahun atau 1000 hari pertama kehidupan anak, menghindari paparan asap rokok, dan rutin melakukan pemeriksaan atau melakukan imunisasi dasar kepada anak yang telah dianjurkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia sebagai bentuk upaya perlindungan anak agar terhindar dari penyakit infeksi lainnya.

Kenali tumbuh kembangnya jika anak terliat memiliki badan lebih kecil dibandingkan dengan teman sebayanya lakukan pemeriksaan ke dokter anak lebih awal untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang lebih baik.(*).

Tag :

#Universitas Sriwijaya #Palembang #sumsel