lainnya lipsus

Arif, Calon Presiden Indonesia “Nasehati” Presiden Amerika dan Iran

penulis: Admin | 30 January 2020 18:22 WIB
editor: admin


Jakarta, KejarFakta.co - Arif Rafsanjani, akrab dipanggil Arif, “menasihati” Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Presiden Iran, Hassan Rouhani melalui video youtubenya.

Remaja berusia 14 tahun kelahiran Metro, Lampung ini telah mengunggah sebuah video youtube di channel pribadinya Arif Rafsanjani. Kini, youtubenya yang berjudul #AMERICAIRAN Letter From Rafsanjani telah ditonton lebih dari enam ribu orang di 3 hari penayangan.

Arif melihat berbagai pemberitaan di televisi Nasional bahwa kondisi kian memanas antara Amerika Serikat dan Iran, hingga berbagai kalangan khawatir akan muncul perang dunia ketiga.

“Saya ingin memberikan kontribusi positif kepada Dunia dengan membawa pesan perdamaian. Surat ini saya tulis untuk perdamaian antara Amerika dan Iran.” Kata Arif saat diwawancarai kru Kejarfakta.co
Dalam surat kepada Presiden Amerika dan Presiden Iran, Arif menulis bahwa dia telah banyak melihat dan mendengar berita tentang peperangan yang terjadi antara Amerika dan Iran yang membuatnya sedih sekaligus takut.

Arif juga merasa bingung tentang alasan kedua negara berperang dan makna perang itu sendiri. “ketika Aku kecil, aku juga sering memainkan game peperangan dengan teman – teman. Tetapi setelah selesai bermain, ya semuanya kembali tertawa”. Tulisnya dalam Bahasa Inggris.

“Mungkin ada beda sudut pandang perang bagi orang dewasa” tambahnya.

Video arif mendapatkan berbagai respon positif dari banyak pihak.

“Dear Arif Rafsanjani! Thanks for your message. We are always happy when young people like you get involved. Good look and kind regrads from Vienna, your UNICEF Austria Team.” Komentar dari @UNICEF_Austria

“So young yet so politically aware” komentar dari @jingles_yoga

Arif yang juga memiliki cita – cita menjadi Presiden Indonesia ini, meminta Presiden Amerika dan Iran untuk dapat mengajarkan dan memberi contoh kepada seluruh anak - anak di Dunia tentang perdamaian dan persahabatan antar Negara di Dunia. “ Sehingga aku dan anak - anak dimanapun dapat tidur nyenyak di malam hari, karena berharap besok Dunia akan lebih baik dan menjadi tempat yang menyenangkan. Lalu, tidak perlu merasa takut lagi di kemudian hari,” harap Arif.

Konflik antara Amerika dan Iran kian memanas, bahkan diambang perang besar. Berawal dari perintah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk menyerang dan menewaskan perwira tinggi Angkatan Bersenjata Iran, Jenderal Qasem Soleimani, di Bandara Baghdad, Irak pada 3 Januari lalu.

Dua rudal Iran juga telah hantam pesawat 737 ukraina hingga jatuh dan menewaskan 176 penumpang dan awak kabin. Sementara itu, pada 26 Januari lalu, Kedubes AS juga kembali diserang tiga roket katyusha. Setidaknya satu orang dikatakan mengalami cedera karena serangan itu, seperti yang dilansir cnbcindonesia.com

“Tolong hentikan perang. Lalu, mari coba cara lain untuk menyelesaikan masalah. Karena kita yakin Sang Maha Pencipta akan terus membimbing kita untuk membangun Dunia menjadi tempat yang layak bagi seluruh umat manusia.” Tambah Arif dalam penutup suratnya.(*)

 

Tag :

#Presiden Amerika #Presiden Iran