lainnya data

Anak Dibawah Umur Jadi Korban Pemukulan Dua Pekerja Bangunan di Tanjung Pandan Belitung

penulis: Admin | 21 May 2020 08:23 WIB
editor: admin


Ilustrasi
Ilustrasi

Belitung, KejarFakta.co - Tak disangka dihari baik bulan Suci Ramadhan ini masih saja ada orang yang tidak sabar menahan emosi. Hanya gara-gara menegur pengendara motor dihalaman rumah si pengedara, yang akhirnya dua pekerja bangunan kakak beradik yang sedang mengerjakan pagar kontrakan milik saudaranya justru melayangkan pukulan ke wajah pengendara motor tersebut yang rumahnya tepat didepan si pekerja yang sedang mengerjakan pagar kontrakan itu, Rabu (20/05/2020) siang.

Dari informasi yang dihimpun kejarFakta.co pengendara motor (korban pemukulan) semula berboncengan dengan temannya, karena tidak memiliki kendaraan maka diantar oleh temannya pulang kerumah sehabis dari rumah neneknya. Setiba dihalaman rumah sipengendara motor (Korban) ditegur oleh sipekerja bangunan kakak adik tersebut, entah mengapa setelah itu terjadilah pemukulan oleh dua orang pekerja bangunan itu.

Halaman rumah korban yang dipukul dua pekerja bangunan, Rabu(20/05/2020). Foto: Marsidi

AN nama inisial (14) warga Jalan Pemuda II, Gang Idaman, RT 23/RW 08 Desa Air Raya, Kecamatan Tanjung Pandan Belitung, kepada KejarFakta.co menyebutkan dirinya sempat dipukul sebanyak 4 kali bagian kepala dan bagian perut.

“Saya dipukul dihalaman parkir mobil dirumah orangtua saya oleh kedua orang itu sekitar pukul 10.30 WIB, meskipun sempat saya melawan tapi pukulan kedua orang itu mengenai bagian kepala dan perut saya," tuturnya.

Dijelaskannya, tidak hanya itu salah satu pekerja bangunan kakak dan adik itu memaksa mau masuk kerumah saya untuk memukul tapi salah satu pekerja dirumah ibu saya yang sedang hamil menghadangnya.

Adapun saksi yang melihat kejadian ibu EM (34) inisial, sempat berteriak melihat kejadian pemukulan saat dihalaman parkir rumah.
“Sadar bang, istigfar, abang tuh mukul anak dibawah umur," ucapnya.

Sementara ibu korban SM (45) inisial dirinya teriak saat melihat anaknya dipukul oleh dua kakak adik itu. “Kenapa anak saya dipukul, apa salahnya. Ini halaman rumah saya, seharusnya kalian sebagai orang yang lebih tua memberikan teguran dan nasehat secara baik-baik bukan harus memukul dan mengeroyoknya," ucapnya.

Masih ada orangtuanya dirumah mereka berani, kata SM, bagaimana kalau saya tidak ada dirumah kedepannya. “Untungnya ada mas-mas yang tinggal didepan rumah, yang kebetulan ngontrak dirumah yang sedang mereka kerjakan pagarnya menahan salah satu kakak adik itu untuk menenangkannya," kata SM.

Kedua pelaku yang melakukan pemukulan dan kekerasan kepada anak dibawah umur itu belum bisa dikonfirmasi terkait hal tersebut diatas hingga berita ini diturunkan. (Marsidi)

Tag :

#Pekerja Bangunan #Pemukulan Anak Dibawah Umur