lainnya data

Selain Adanya Dugaan Pengutipan dana Kegiatan Fasi Subulusslam Juga Diduga Sedot Anggran Dari Dana Desa

penulis: Admin | 18 January 2020 13:04 WIB
editor: admin


Foto : Ist
Foto : Ist

Subulussalam, Aceh, KejarFakta.co - Beredarnya isu-isu yang menyudutkan BKPRMI, mengenai dugaan pengutipan dana sebesar satu juta rupiah pada kegiatan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) se Provinsi Aceh, yang diselenggarakan di Banda Aceh. Ketua BKPRMI Kota Subulussalam menepis rumor yang beredar di kalangan Pemko Kota Subulussalam tersebut.

Ketika di konfirmasi awak media Ketua BKPRMI Kota Subulussalam menunjukab sikap tidak terpuji, dengan emosi dan gaya arogansinya, menepuk dada berulangkali di hadapan awak media, ketua BKPRMI kota subulussalam jaminudin, menyebut dirinya pernah menjadi ketua LSM dan juga mantan wartawan. " Saya pernah menjadi ketua LSM dan juga mantan wartawan dan saya tau kode etik, seharusnya membuat berita itu harus berimbang," ujarnya kepada awak media (9/1/20) yang lalu.

Ia juga merasa di sudutkan, dan juga merasa di fitnah.” Saya merasa di fitnah, pencemaran nama baik terhadap BKPRMI Kota Subulussalam. Apakah ustazd tidak dapat di percaya lagi, apakah harus percaya kepada wartawan dan LSM, Kami tidak di bayar di ormas BKPRMI, kami mengeluarkan dana pribadi, sampai-sampai mobil saya, saya gadaikan. Demi ongkos kami dan peserta FASI ke Banda Aceh,” tambahnya dengan nada emosi.

Waktu yang bersamaan salah seorang panitia FASI, dan juga orangtua salah seorang peserta mengatakan kepada awak media, tidak adanya pengutipan, dana yang di mintai dari peserta sebesar satu juta rupiah, itu. Hasil musyawarah kesepakatan dari orangtua/wali para peserta," ujar salah seorang panitia dan juga orangtua peserta, (09/01/20)

Baca Juga : Alih-Alih Menerima Imbalan, Orang Tua Pemenang Lomba FASI Diduga Dimintai Sejumlah Uang

Ditempat terpisah salah satu kepala desa mengatakan, bahwasanya adanya permintaan bantuan dana keberangkatan peserta FASI ke Banda Aceh sebesar Dua Juta lebih.

Saat awak media kejarfakta.co, dan lsm LAKI menyelusuri. Benarkah adanya bantuan dari setiap desa sebesar dua juta lebih. Saat di konfirmasi kepala dinas beberapa waktu yang lalu DPM Tentang adanya di mintai sumbangsih dari desa mengatakan "mengenai FASI tidak ada tupoksinya untuk saya. Tetapi apakah mungkin seorang kepala desa memberikan angka dua juta rupiah dengan semudah itu. Tetapi itu semua ada dasar hukumnya. Seperti APBdes Kota Subulussalam ada perubahannya. Dan di harapkan setiap kepala desa ada kontrobusinya, di karenakan pesertanya warga Kota Subulussalam.” ujar abdul saman sinaga di ruangannya.

Tambahnya di ruangannya, dengan waktu yang bersamaan. "Sepengetauan saya hanya setengah desa sekitar 40 desa dari desa kota subulussalam yang memberi. Dan langsung di berikan ke panitia," tambahnya kepada media kejarfakta.co

Salah satu ormas LSM di kota subulussalam, Laskar anti korupsi indonesia (LAKI), menuturkan rasa herannya tentang pemberian sumbangan untuk kegiatan Fasi yang diduga bersumber dari Dana Desa, “ Dana desa itu di kucurkan pemerintah untuk pemerdayaan desa, kemajuan desa, kesejahteraan desa ,” ujarnya.

LSM LAKI akan menelusuri aggaran dana Fasi ke dinas keuangan dan dugaan Adanya temuan sebesar 170 juta khusus untuk dana keberangkatan dana kegiatan FASi. “ Diharapkan kepada insitansi terkait agar kiranya mengaudit sumber dana yang masuk dan di peruntukkan untuk apa. panitia sudah meminta sumbangsih dari setiap desa, kenapa harus adanya musyawarah pengutipan dana satu juta dari setiap pemenang peserta FASI. guna untuk acara penyerahan hadiah. Kenapa harus memberatkan yang mewangikan nama kota subulussalam,” ujarnya kepada media kejarfakta.co. (Adi)

Tag :

#Subulussalam # Aceh #Festival Anak Sholeh Indonesia